fbpx
sertifikasi profesi

19 Mar 2021

5 Jenis Skema Sertifikasi Profesi Menurut BNSP

Apa Itu Skema Sertifikasi Profesi

Skema sertifikasi profesi adalah persyaratan sertifikasi spesifik yang berkaitan dengan kategori profesi yang ditetapkan dengan menggunakan standar dan aturan khusus yang sama, serta prosedur yang sama.

Tujuan Sertifikasi Profesi

Tujuan sertifikasi profesi adalah untuk memastikan dan memelihara kompetensi yang telah didapat melalui proses pembelajaran baik formal, non formal, pelatihan kerja, ataupun pengalaman kerja. Karena dalam dunia kerja kompetensi harus dipelihara, bukan hanya pernah kompeten, tetapi kompeten dan terus kompeten.

Siapa Yang Berwenang Memberikan Sertifikasi?

Dalam kaidah pengembangan SDM seharusnya dipastikan pendidikan dilaksanakan lembaga pendidikan (formal, non formal, informal), pelatihan dilaksanakan di lembaga pelatihan, dan sertifikasi profesi dilaksanakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Untuk menjamin kredibilitas dan konsistensinya LSP harus dilisensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

5 Jenis Skema Sertifikasi Profesi

  1. Kerangka Kualifikasi Nasional (KKNI)

Merupakan sertifikasi profesi berdasarkan kualifikasi nasional suatu negara. Di Indonesia BNSP menerapkan 9 level sertifikasi pada setiap profesi. Sertifikasi jenis ini menekankan pada kompetensi yang harus dimiliki sebuah fungsi, misalnya pelatihan, pengawasan, dll.

Sertifikasi profesi ini sekaligus juga menjadi satu ukuran bagi seorang karyawan mengenai tingkat kompetensinya secara nasional sekaligus pada pasar kerja internasional.

  1. Kualifikasi Okupasi Nasional

Sertifikasi ini menekankan pada kompetensi yang harus dimiliki sebuah jabatan, misalnya mekanik, storeman, dll. Walaupun berasal dari industri yang berbeda, standar kompetensi seseorang yang memegang sebuah jabatan bisa diukur, misalkan seorang sales pada sebuah perusahaan alat berat dan sales pada bisnis properti.

  1. Klaster/Paket

Sertifikasi profesi jenis ini merupakan penjabaran yang lebih detil dari Skema Sertifikasi Profesi Kualifikasi Okupasi Nasional di atas. Jenis sertifikasi ini menekanakan pada kompetensi seseorang pada suatu industri yang spesifik. Misalnya, seorang supervisor service pada sebuah perusahaan alat berat. Setelah melalui assesment, ia bisa mengetahui tingkat kompetensinya sebagai seorang supervisor di industri alat berat secara nasional.

  1. Unit Kompetensi

Sertifikasi jenis ini mirip seperti standar kompetensi yang diterapkan berbagai perusahaan untuk suatu kompetensi tertentu. Misalkan seorang senior mekanik di sebuah perusahaan alat berat perlu memiliki kompetensi untuk melakukan daily maintenance sebuah unit alat berat, melakukan service berkala, maupun melakukan troubleshooting, disamping mampu mengoperasikan alat berat untuk keperluan maintenance.

Bila assesment yang dilakukan sebuah perusahaan hanya mengukur kemampuan seorang karyawan sesuai dengan produk dan sistem yang berlaku di situ, dengan Skema Sertifikasi Profesi Unit Kompetensi, seorang senior mekanik bisa mengetahui tingkat kemampuannya dalam melakukan daily maintenance, dll pada alat berat secara nasional.

  1. Skema Sertifikasi Profisiensi

Berbeda dengan keempat jenis sertifikasi di atas yang menekankan pada kemampuan dasar seseorang, pada jenis Sertifikasi Okupansi, seseorang diukur berdasarkan tingkat keahliannya pada sebuah bidang yang spesifik dan industri yang spesifik. Misalkan seorang manager di sebuah perusahaan alat berat, seberapa tingkat kompetensi yang dimilikinya.

Kriteria yang ditetapkan pada uji kompetensi yang dilakukan pun berbeda dengan keempat jenis sertfikasi sebelumnya. Untuk sertifikasi jenis ini ukurannya bisa serupa dengan basic, intermediate atau advance.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Butuh Bantuan? Chat kami